Cara Menanam Melon Organik dari Benih hingga Panen untuk Pemula

panduan budidaya melon organik untuk pemula

Melon merupakan salah satu buah yang banyak disukai karena rasanya manis, aromanya segar, dan teksturnya berair. Selain dikonsumsi sendiri, melon juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha pertanian yang menghasilkan pendapatan.

Namun, untuk mendapatkan tanaman yang sehat dan buah berkualitas, petani perlu memahami cara budidaya melon yang tepat. Mulai dari pemilihan benih, persiapan media tanam, pemberian nutrisi, hingga pengendalian hama, setiap tahap memiliki peran penting dalam menentukan hasil panen.

Salah satu metode yang dapat dipelajari adalah budidaya melon organik. Metode ini mengutamakan penggunaan bahan organik, pengelolaan kesuburan tanah, serta pencegahan hama dan penyakit melalui praktik budidaya yang sesuai.

Kabar baiknya, cara menanam melon organik dapat dipelajari oleh pemula. Anda bisa memulainya di lahan terbuka, menggunakan pot atau polybag, maupun memanfaatkan greenhouse jika fasilitasnya tersedia.

Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah demi langkah cara menanam melon organik dari benih hingga panen, termasuk perawatan dasar dan kesalahan yang perlu dihindari agar proses budidaya lebih terarah.

1. Memilih Benih Melon yang Tepat

Benih melon dan bibit sehat untuk cara menanam melon organik

Langkah pertama dalam cara menanam melon organik adalah memilih benih yang berkualitas. Benih merupakan titik awal pertumbuhan tanaman sehingga pemilihannya perlu diperhatikan.

Pilih benih melon dari penjual tepercaya, memiliki identitas varietas yang jelas, serta sesuai dengan kondisi lingkungan tempat Anda menanam. Perhatikan juga petunjuk penyemaian dan umur panen yang tercantum pada kemasan.

Untuk pemula, sebaiknya pilih varietas yang memiliki informasi budidaya lengkap dan cocok dengan kondisi iklim setempat. Jangan hanya memilih berdasarkan ukuran buah atau klaim rasa manis, karena hasil akhirnya juga dipengaruhi oleh perawatan, nutrisi, air, dan lingkungan tumbuh.

Sebelum menanam, periksa kondisi benih. Hindari benih yang terlihat rusak, berjamur, atau disimpan dalam kondisi lembap terlalu lama.

Tips untuk pemula:

  • Beli benih dengan label varietas dan petunjuk tanam yang jelas.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan.
  • Gunakan varietas yang sesuai untuk lahan terbuka atau greenhouse.
  • Ikuti petunjuk perlakuan benih dari produsen.

Perlu diketahui, menanam melon menggunakan benih dari buah yang dibeli di pasar belum tentu menghasilkan tanaman dengan sifat yang sama seperti buah induknya. Benih dari varietas hibrida, misalnya, dapat menghasilkan keturunan dengan karakter buah yang bervariasi.

2. Menyiapkan Media Tanam Melon Organik

Media tanam melon organik dari tanah gembur, kompos matang, dan sekam

Media tanam berfungsi sebagai tempat akar berkembang, menyerap air, dan mendapatkan unsur hara. Media yang baik membantu tanaman tumbuh lebih sehat sekaligus mengurangi risiko masalah pada akar.

Jika menanam di lahan, pilih tanah yang gembur, mendapatkan sinar matahari cukup, dan tidak mudah tergenang air. Jika menggunakan polybag, pilih wadah yang cukup besar dan memiliki lubang drainase.

Untuk menyiapkan media tanam melon organik, Anda dapat menggunakan campuran tanah yang sesuai, kompos matang, dan bahan pembenah seperti sekam yang telah diproses dengan baik. Kompos membantu menambah bahan organik, sedangkan sekam dapat membantu memperbaiki struktur dan aerasi media, bergantung pada jenis serta kondisi bahan yang digunakan.

Gunakan kompos yang telah matang. Kompos yang belum selesai terurai dapat menghasilkan panas dan senyawa yang mengganggu pertumbuhan akar.

Langkah persiapan media tanam:

  1. Bersihkan lahan dari sampah dan sisa tanaman yang berpotensi membawa penyakit.
  2. Gemburkan tanah jika menanam langsung di lahan.
  3. Campurkan bahan organik matang ke dalam media.
  4. Pastikan air dapat mengalir dengan baik dan tidak menggenang.
  5. Siapkan bedengan atau polybag sebelum bibit dipindahkan.

Untuk budidaya melon organik, kondisi media tanam perlu disesuaikan dengan jenis tanah, iklim, dan sistem pengairan. Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan pH dan kondisi tanah agar kebutuhan perbaikannya lebih tepat.

3. Cara Menyemai Benih Melon

Setelah benih dan media tanam siap, tahap berikutnya adalah penyemaian. Cara menyemai benih melon yang benar membantu menghasilkan bibit yang seragam dan mengurangi risiko kerusakan saat pindah tanam.

Penyemaian dapat dilakukan menggunakan tray semai atau wadah kecil yang memiliki lubang pembuangan air. Gunakan media semai yang bersih, ringan, dan mampu mempertahankan kelembapan tanpa menjadi becek.

Berikut langkah penyemaian benih melon:

  1. Isi wadah semai dengan media yang telah disiapkan.
  2. Tanam satu benih pada setiap lubang, mengikuti kedalaman yang dianjurkan pada kemasan benih.
  3. Tutup tipis dengan media semai.
  4. Siram secara perlahan agar media lembap, tetapi tidak tergenang.
  5. Tempatkan wadah di lokasi yang hangat dengan sirkulasi udara baik.
  6. Amati pertumbuhan setiap hari dan jaga kelembapan media.

Waktu berkecambah berbeda-beda tergantung varietas, suhu, mutu benih, dan kondisi media. Karena itu, gunakan petunjuk produsen benih sebagai acuan utama.

Setelah bibit tumbuh, berikan pencahayaan yang cukup agar batang tidak memanjang dan lemah. Hindari menyiram secara berlebihan karena kondisi terlalu basah dapat meningkatkan risiko rebah semai.

Bibit umumnya siap dipindahkan ketika sudah tumbuh beberapa daun sejati, terlihat sehat, dan memiliki akar yang cukup kuat. Lakukan pemindahan dengan hati-hati agar akar tidak rusak.

4. Memindahkan Bibit Melon ke Lahan atau Polybag

Cara memindahkan bibit melon ke polybag untuk budidaya melon organik

Ketika bibit sudah cukup kuat, Anda dapat memindahkannya ke tempat penanaman utama. Tahap ini dikenal sebagai pindah tanam.

Sebaiknya pindahkan bibit saat cuaca tidak terlalu panas, misalnya pada pagi atau sore hari. Tujuannya untuk mengurangi tekanan akibat perubahan lingkungan setelah bibit dipindahkan.

Jika bibit berasal dari tray semai, keluarkan secara perlahan bersama media yang menempel pada akarnya. Usahakan akar tidak putus atau rusak. Setelah itu, tanam bibit pada lubang yang sudah disiapkan dan tutup kembali dengan media secukupnya.

Siram secara perlahan untuk membantu media menempel pada akar. Selama beberapa hari pertama, perhatikan kondisi daun dan kelembapan tanah. Bibit yang sedikit layu setelah pindah tanam perlu diamati, tetapi jika layu terus-menerus, periksa kondisi akar, suhu, dan ketersediaan air.

Untuk penanaman dalam polybag, gunakan wadah yang cukup besar bagi perkembangan akar tanaman melon. Pastikan bagian bawahnya memiliki lubang drainase. Untuk penanaman di lahan, atur jarak tanam berdasarkan varietas, sistem rambatan, dan rekomendasi teknis setempat.

Catatan: jangan memaksakan jumlah tanaman terlalu banyak dalam ruang terbatas. Jarak yang terlalu rapat dapat mengurangi sirkulasi udara, meningkatkan kelembapan di sekitar daun, dan menyulitkan proses perawatan.

5. Memahami Kebutuhan Air dan Sinar Matahari

Cara merawat tanaman melon dengan penyiraman dan sinar matahari yang cukup

Melon membutuhkan sinar matahari untuk mendukung fotosintesis, yaitu proses tanaman menghasilkan energi untuk pertumbuhan. Karena itu, pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari cukup sepanjang hari.

Tanaman melon juga membutuhkan air yang memadai. Namun, bukan berarti tanaman harus selalu berada dalam media yang basah. Media yang terlalu kering dapat menghambat pertumbuhan, sedangkan media yang terus-menerus tergenang dapat mengganggu akar.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Periksa kelembapan media. Jangan hanya menyiram berdasarkan jadwal tanpa melihat kondisi tanah.
  • Siram sesuai kebutuhan tanaman. Cuaca panas dan tanaman yang semakin besar biasanya meningkatkan kebutuhan air.
  • Hindari genangan. Pastikan air berlebih dapat keluar dari media atau lahan.
  • Utamakan penyiraman di area akar. Cara ini membantu menjaga daun tetap relatif kering dan mengurangi kondisi yang mendukung sebagian penyakit daun.
  • Amati perubahan cuaca. Saat hujan sering turun, kebutuhan penyiraman tambahan mungkin berkurang.

Pada budidaya melon di greenhouse, sistem irigasi tetes dapat membantu menyalurkan air langsung ke area perakaran. Namun, penggunaannya tetap memerlukan pengaturan agar air tidak berlebihan atau kurang.

6. Memberikan Pupuk Organik untuk Melon

Pemberian pupuk organik untuk melon agar tanaman tumbuh sehat dan produktif

Pemupukan merupakan bagian penting dalam cara merawat tanaman melon. Tanaman memerlukan unsur hara untuk membentuk daun, batang, bunga, dan buah.

Dalam budidaya melon organik, sumber nutrisi dapat berasal dari kompos matang, pupuk kandang yang telah diproses dengan baik, dan pupuk organik lain yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Bahan organik dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta mendukung aktivitas organisme tanah. Namun, kandungan nutrisi setiap bahan berbeda-beda. Kompos saja belum tentu memenuhi seluruh kebutuhan tanaman melon sepanjang siklus pertumbuhan. Prinsip pengelolaan bahan organik dan nutrisi tanah ini juga dibahas oleh FAO.

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan kebutuhan tanaman berdasarkan tahap pertumbuhannya.

Tahap pertumbuhanHal yang perlu diperhatikan
Awal pertumbuhanMendukung perkembangan akar dan daun yang sehat
Pertumbuhan vegetatifMenjaga ketersediaan nutrisi untuk perkembangan batang dan daun
PembungaanMenjaga keseimbangan air dan nutrisi untuk mendukung pembentukan bunga
Pembentukan buahMemastikan kebutuhan air dan unsur hara tetap terpenuhi
Pembesaran buahMemantau kesehatan tanaman dan menghindari kelebihan atau kekurangan nutrisi

Jangan memberikan pupuk dalam jumlah berlebihan dengan harapan buah menjadi lebih besar atau manis. Kebutuhan nutrisi perlu disesuaikan dengan kondisi tanah, varietas, ukuran tanaman, dan jenis pupuk yang digunakan.

Untuk hasil lebih terukur, periksa kandungan nutrisi pada label produk dan ikuti dosis yang dianjurkan. Jika menggunakan pupuk kandang, pastikan bahan telah matang dan aman digunakan.

7. Membuat Rambatan dan Melakukan Pemangkasan

Cara membuat rambatan dan memangkas tanaman melon untuk mendukung pertumbuhan

Tanaman melon tumbuh menjalar. Oleh karena itu, sistem rambatan dapat membantu mengatur pertumbuhan tanaman, terutama ketika lahan terbatas atau Anda menggunakan greenhouse.

Rambatan bisa berupa tali, jaring, atau struktur penyangga yang kokoh. Ikat batang secara longgar dan hati-hati agar tidak melukai tanaman. Jika buah nantinya menggantung, penyangga buah dapat diperlukan sesuai ukuran buah dan kekuatan batang.

Pemangkasan juga dapat diterapkan untuk mengatur cabang dan pertumbuhan tanaman. Akan tetapi, teknik pemangkasan tidak selalu sama untuk setiap varietas. Ikuti rekomendasi budidaya varietas yang digunakan agar tidak membuang terlalu banyak daun produktif atau cabang yang diperlukan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Gunakan alat pemangkasan yang bersih dan tajam.
  2. Hindari melukai batang utama saat mengikat atau memangkas.
  3. Buang bagian tanaman yang mati atau sakit dengan hati-hati.
  4. Amati pertumbuhan bunga dan bakal buah setelah pemangkasan.
  5. Jangan memangkas secara berlebihan hanya untuk membuat tanaman terlihat rapi.

Tujuan utama perawatan ini adalah menjaga tanaman tetap sehat, memudahkan pemeriksaan hama, dan mendukung perkembangan buah.

8. Membantu Penyerbukan dan Menjaga Pembentukan Buah

Penyerbukan bunga melon untuk membantu pembentukan buah yang sehat

Tanaman melon menghasilkan bunga yang berperan dalam proses pembentukan buah. Pada beberapa kondisi, terutama di greenhouse dengan akses serangga penyerbuk yang terbatas, penyerbukan manual dapat membantu.

Penyerbukan manual dilakukan dengan memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke kepala putik bunga betina ketika bunganya siap. Lakukan dengan lembut agar bagian bunga tidak rusak.

Bunga betina biasanya dapat dikenali dari adanya bakal buah kecil tepat di belakang mahkota bunga. Setelah penyerbukan berhasil, bakal buah dapat berkembang. Jika bunga gugur tanpa membentuk buah, penyebabnya bisa beragam, seperti penyerbukan yang tidak berhasil, kondisi suhu yang kurang sesuai, atau stres air.

Setelah buah terbentuk, amati jumlah buah yang dipertahankan pada setiap tanaman. Jumlah buah yang sesuai bergantung pada varietas, ukuran buah yang diinginkan, serta kemampuan tanaman menopang pertumbuhannya.

Jangan menganggap setiap bunga yang muncul pasti akan menjadi buah. Fokuslah menjaga tanaman tetap sehat dan menyediakan kondisi tumbuh yang sesuai.

9. Cara Mengatasi Hama Tanaman Melon secara Organik

Cara mengatasi hama tanaman melon dengan memeriksa daun secara rutin

Hama dan penyakit merupakan tantangan yang sering ditemui dalam budidaya melon. Beberapa gangguan yang perlu diwaspadai antara lain kutu daun, lalat buah, kutu kebul, tungau, serta penyakit yang menyerang daun dan akar.

Pendekatan organik tidak hanya berarti mengganti pestisida sintetis dengan bahan alami. Pengendalian juga perlu dilakukan melalui pencegahan, pemantauan rutin, sanitasi, dan pengelolaan lingkungan tumbuh. FAO menjelaskan bahwa pengendalian hama dalam sistem pertanian organik menekankan pencegahan serta penggunaan metode fisik dan biologis yang sesuai.

Berikut langkah yang bisa dilakukan pemula:

  • Periksa bagian atas dan bawah daun secara berkala.
  • Buang bagian tanaman yang terserang berat jika tindakan tersebut sesuai untuk jenis penyakitnya.
  • Bersihkan gulma dan sisa tanaman yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya hama.
  • Gunakan perangkap atau penghalang fisik yang sesuai dengan jenis hama.
  • Jaga sirkulasi udara dan hindari kondisi terlalu lembap.
  • Pelajari penggunaan musuh alami atau produk pengendali yang diizinkan dalam sistem organik.

Jangan langsung menyemprot tanaman setiap kali menemukan serangga. Kenali dahulu jenis organisme dan tingkat kerusakannya karena sebagian serangga justru bermanfaat bagi pertanian.

Jika menggunakan pestisida nabati atau produk pengendali hama, pastikan penggunaannya sesuai petunjuk dan tidak menimbulkan risiko bagi tanaman, manusia, atau organisme yang bermanfaat. Untuk usaha yang akan menggunakan klaim organik tersertifikasi, periksa pula persyaratan bahan yang diizinkan.

10. Berapa Lama Melon Organik Bisa Dipanen?

Ciri-ciri melon matang yang siap dipanen dalam budidaya melon organik

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan pemula adalah berapa lama melon bisa dipanen setelah ditanam.

Secara umum, melon dapat dipanen sekitar 65–70 hari setelah tanam, tetapi waktunya bisa berbeda tergantung varietas, kondisi cuaca, lokasi, dan teknik budidaya. Sebagai contoh, panduan dari Kementerian Pertanian Indonesia menyebutkan kisaran tersebut sekaligus menekankan pentingnya mengenali tingkat kematangan buah.

Jangan menentukan waktu panen hanya berdasarkan umur tanaman. Perhatikan juga ciri fisik buah.

Beberapa tanda melon mendekati matang antara lain:

  • Warna kulit berubah sesuai karakteristik varietas.
  • Pola jaring pada melon berjaring telah berkembang dengan baik.
  • Aroma buah mulai tercium, bergantung pada varietas.
  • Area tangkai atau daun di sekitar buah menunjukkan perubahan yang sesuai dengan tahap kematangan.
  • Ukuran buah sudah mendekati ukuran normal varietas tersebut.

Tidak semua varietas melon memiliki ciri kematangan yang sama. Karena itu, pelajari karakteristik varietas yang ditanam dan gunakan informasi pada kemasan benih sebagai acuan awal.

11. Cara Panen Melon yang Benar

Setelah buah mencapai tingkat kematangan yang sesuai, proses panen perlu dilakukan dengan hati-hati. Penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan kulit terluka, buah memar, atau kualitasnya menurun selama penyimpanan.

Berikut cara panen melon yang dapat dilakukan pemula:

  1. Periksa kematangan setiap buah sebelum dipetik.
  2. Gunakan pisau atau gunting panen yang bersih dan tajam.
  3. Potong tangkai sesuai karakteristik varietas dan kebutuhan penanganan setelah panen.
  4. Pegang buah dengan hati-hati dan hindari menjatuhkannya.
  5. Letakkan hasil panen pada wadah yang bersih dan tidak menyebabkan buah saling berbenturan.
  6. Pisahkan buah yang rusak atau menunjukkan gejala penyakit.
  7. Simpan buah sesuai kebutuhan suhu dan lama penyimpanan varietas tersebut.

Jika melon akan dijual ke luar daerah, pertimbangkan waktu perjalanan dan tingkat kematangan saat dipetik. Panduan pascapanen melon dari Kementerian Pertanian juga membahas pentingnya pemilihan waktu petik dan penanganan buah untuk mempertahankan kualitas

Ingat, buah yang terlihat besar belum tentu sudah matang. Pemeriksaan kematangan tetap diperlukan sebelum panen dilakukan.

12. Kesalahan yang Perlu Dihindari oleh Pemula

Walaupun cara menanam melon organik dapat dipelajari secara bertahap, ada beberapa kesalahan yang sering menghambat pertumbuhan tanaman.

Pertama, menggunakan benih yang tidak jelas kualitasnya. Benih yang kurang baik dapat menyebabkan pertumbuhan tidak seragam. Pilih benih dengan identitas varietas dan petunjuk budidaya yang jelas.

Kedua, menggunakan media tanam yang terlalu basah. Akar memerlukan air sekaligus oksigen. Pastikan media memiliki drainase yang baik.

Ketiga, memberikan pupuk tanpa memperhatikan kebutuhan tanaman. Pupuk organik tetap perlu digunakan secara tepat. Jenis, jumlah, dan waktu pemberian sebaiknya mempertimbangkan kandungan nutrisi serta kondisi tanaman.

Keempat, membiarkan hama tanpa pemeriksaan rutin. Periksa tanaman secara berkala supaya gejala awal dapat diketahui sebelum kerusakan meluas.

Kelima, memanen hanya berdasarkan perkiraan umur. Umur panen merupakan panduan, bukan satu-satunya penentu kematangan.

Keenam, mengabaikan pencatatan budidaya. Catat tanggal semai, pindah tanam, pemupukan, gejala serangan hama, dan waktu panen. Catatan ini membantu Anda mengetahui praktik yang berhasil dan bagian yang perlu diperbaiki pada penanaman berikutnya.

13. Apakah Melon Organik Bisa Ditanam di Greenhouse?

Ya, melon dapat dibudidayakan di greenhouse atau rumah tanam. Sistem ini memungkinkan pengelolaan lingkungan tumbuh, pengairan, dan penataan tanaman dilakukan dengan lebih terarah. Namun, greenhouse tetap membutuhkan pengelolaan suhu, kelembapan, ventilasi, nutrisi, serta pengendalian hama yang baik.

Untuk pemula, ada beberapa hal yang perlu disiapkan:

  • Struktur greenhouse yang kokoh dan memiliki ventilasi memadai.
  • Sumber air yang cukup dan berkualitas sesuai kebutuhan tanaman.
  • Media tanam serta bahan organik yang sesuai.
  • Sistem rambatan dan penyangga tanaman.
  • Jadwal pemeriksaan hama, penyakit, dan kondisi tanaman.
  • Pencatatan biaya serta hasil panen jika budidaya ditujukan untuk usaha.

Greenhouse tidak otomatis membuat budidaya berhasil. Tanaman tetap bisa mengalami gangguan jika sirkulasi udara buruk, pengairan tidak sesuai, atau nutrisi tidak seimbang.

Selain itu, perlu dibedakan antara melon yang dibudidayakan dengan pendekatan ramah lingkungan dan melon yang telah memenuhi standar sertifikasi organik. Penggunaan istilah organik untuk kepentingan pemasaran harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Melon Organik

Apakah pemula bisa menanam melon di rumah?

Bisa. Anda dapat memulai dengan beberapa tanaman dalam polybag berukuran memadai, asalkan tersedia sinar matahari, media tanam yang baik, air, dan ruang bagi tanaman untuk tumbuh.

Berapa lama melon tumbuh dari benih hingga panen?

Waktunya bergantung pada varietas dan kondisi budidaya. Sebagai gambaran, melon dapat dipanen sekitar 65–70 hari setelah tanam pada kondisi yang sesuai. Perhatikan petunjuk varietas dan ciri kematangan buah.

Apa pupuk organik yang cocok untuk tanaman melon?

Kompos matang dan pupuk kandang yang telah diproses dengan baik dapat digunakan sebagai sumber bahan organik. Kebutuhan nutrisi tetap harus diperhatikan karena kandungan setiap pupuk berbeda-beda.

Apakah melon organik harus ditanam di greenhouse?

Tidak. Melon dapat ditanam di lahan terbuka maupun greenhouse. Pemilihan sistem sebaiknya mempertimbangkan iklim, ketersediaan lahan, biaya, dan kemampuan mengelola tanaman.

Bagaimana cara mengurangi serangan hama pada melon?

Lakukan pemeriksaan rutin, jaga kebersihan lahan, gunakan benih sehat, perhatikan sirkulasi udara, dan terapkan pengendalian hama terpadu. Kenali jenis hama sebelum memilih metode pengendalian.

Kesimpulan

Cara menanam melon organik dari benih hingga panen membutuhkan perhatian pada setiap tahap, mulai dari pemilihan benih, penyemaian, persiapan media tanam, pindah tanam, pengairan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan panen.

Bagi pemula, mulailah dengan skala kecil agar lebih mudah memahami kebutuhan tanaman dan mengendalikan risiko. Gunakan bahan organik yang sesuai, pantau kondisi tanaman secara rutin, dan catat setiap proses budidaya untuk menjadi bahan evaluasi.

Jika ingin mengembangkan budidaya melon sebagai usaha, Anda juga perlu mempelajari perhitungan biaya produksi, potensi hasil, dan akses pasar. Dengan perencanaan yang baik serta penerapan teknik budidaya yang tepat, pengetahuan dasar ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha pertanian yang lebih terarah.

HNFarm dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut melalui edukasi, konsultasi, dan solusi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan lahan maupun greenhouse.

Referensi artikel
  1. Kementerian Pertanian RI — Info Teknologi: Hasilkan Melon Berkualitas dengan Budi Daya Tepat
  2. FAO — The Importance of Soil Organic Matter
  3. Direktorat Jenderal Hortikultura — Buku Pedoman Pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan secara Ramah Lingkungan pada Tanaman Melon
  4. Kementerian Pertanian RI — Panduan Penanganan Pascapanen Melon

Kami Membuka Pelatihan Budidaya Melon Organik untuk Pemula